UGC – USER GENERATED CONTENT

Pebisnis jaman now harus piawai memainkan strategi UGC ini.

 

UGC adalah konten apa pun : teks, video, gambar, ulasan, dan lainnya yang dibuat oleh orang lain yang bukan pemilik Brand.

 

Ketika anda mau jualan baju baru yang keren lewat online kemungkinan Anda akan mengambil foto dan mempostingnya di profil sosial Anda.

Atau mungkin Anda telah menerima produk baru yang mewah, dan Anda memposting video unboxing ke saluran YouTube Anda.

Nah kedua contoh ini adalah user-generated content (UGC).

UGC memberi pelanggan kesempatan unik untuk bergabung dengan Brand dan tidak sekedar jadi penonton.

Ini mempengaruhi loyalitas dan afinitas Brand secara besar-besaran karena konsumen berkembang menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya yaitu Brand.

Dengan menciptakan UGC memungkinkan mereka bergabung menjadi bagian dari komunitas Brand.

UGC juga membuka percakapan antara Brand dan konsumen, yang membangun dan menumbuhkan komunitas yang berinteraksi dan ketergantungan yg tinggi.
.
Berbagi konten juga berfungsi mengembangkan dan memperdalam hubungan kosunen dengan Brand, mendorong lebih banyak loyalitas Brand.

Kelemahan paling menonjol dari UGC ini adalah hilangya FIRST IMPRESSION yang membuka lebar pintu masuk Brand kedalam benak konsumen.

Karena itu pebisnis harus meletakkan ‘rel’ sebagai landasan audience utk menciptakan UGC.

Nah ini yg missing selama ini pada UGC untuk Brand Building pebisnis jaman now.

Abai terhadap pondasi Brand yang disebut sbg Positioning.

Mengakibatkan UGC tidak memiliki Benang merah value dari Brand.

Di Workshop ONLINE Branding Marketing Selling 20-21 Juli 2022 lusa akan menjadi salah satu pembahasan penting, mengapa tujuan Branding sekarang bukan lagi Brand Loyalty tapi Customer Generated Content.

Terinspirasi dari Business Wire

Follow 👉🏿 @subiakto
Follow 👉🏿 @subiakto
Follow 👉🏿 @subiakto

#brand
#bisnis
#nobrandnobisnis
#budiismanofficial
#subiakto
#bisabikinbrand
#dewaekaprayoga
#tribespakbi