Author: Subiakto

Indonesia Bisa Bikin Brand

Tanpa terasa pertanggal 4 Juni 2016 kemarin WORKSHOP BISA BIKIN BRAND sudah berlangsung 10 angkatan dan telah menghasilkan kurang lebih 250 alumni. Penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada para alumni atas semangatnya yang luar biasa. Khususnya para alumni yang datang dari luar kota. Bukan hanya biaya workshop yang lumayan mahal, tetapi juga harus menanggung pula biaya

“Dulu Dagang itu Di Pasar. Sekarang Brand. Branding” – Prof Hamdan Zoelva

“Syarikat Islam ; disingkat SI, itu dulunya bernama Sarekat Dagang Islam ; disingkat SDI didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi. SDI merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia. Pada awalnya Organisasi yang dibentuk oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang

Dodi Zulkifli

DENGAN SIAPA BERTEMAN ITU MENJADI MASA DEPAN Kemarin… Diajakin pak Subiakto Priosoedarsono bertemu dengan kawan lamanya di Mall daerah Jakarta selatan, saya lupa nama mallnya… Namanya kawan pak bi adalah Pak Ndang Sutisna Yang juga seorang Mantan Creative Director Saat dikenalkan, kawan pak bi bertanya kepada saya “Mas Dody usianya berapa?” “33 tahun pak Ndang…”

Intangible Asset

Artikel ini dicopas dari postingan mas Jaya Setiabudi di Facebook –> Makasih mas-J Setiap mengikuti seminar atau pelatihan, saya berusaha ‘mantengi’ pemateri. Target saya gak muluk, setidaknya saya mendapat 1 pelajaran yang membuat energi saya bertambah dan bisa dipraktekkan di bisnis atau kehidupan. Tiga hari lalu, di Kelas Bisa Bikin Brand, saya beruntung mendapat undangan

Sekali Lagi Tentang Workshop Bisa-Bikin-Brand

Indonesia punya 75.000 desa. Kalau setiap desa bisa jadi BRAND, maka Indonesia bakal punya 75.000 BRAND. Mungkin. Karena definisi BRAND adalah ikatan emosi antara produk dgn konsumennya. Maka produk2 hasil desanya otomatis sudah punya ikatan emosi dgn penduduknya yang lazim kita sebut Captive Market dan masyarakat Indonesia umumnya Kalau Indonesia bener Bisa-Bikin-Brand sebanyak 75.000 maka tak