Category: Bisnis

Product Centric VS Customer Centric

Marketing 1.0 adalah era saat semuanya berawal. Ini adalah era product-centric, era dimana yang diutamakan adalah produk dan fitur-fiturnya secara fungsional. Di era ini, produk diproduksi secara massal, saat para business owner mengandalkan jaringan dan relasi untuk memasarkan produk mereka. Masalahnya berkutat di bagaimana ‘memindahkan’ produk ke pembeli, dengan cara menyoroti fitur/keunggulan produk dengan harga

Fenomena Harbolnas

Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional sudah mejadi momen seasonal yang ditunggu tidak hanya oleh para pebisnis tapi juga masyarakat sebagai konsumen. Bagi para pebisnis, Harbolnas menjadi timing untuk mendapatkan omset ekstra melalui promo. Bagi masyarakat sebagai konsumen, tentu saja ini menjadi timing untuk berburu diskon dan berbagai benefit menggiurkan lainnya. Di era saat ini,

Copycat Competitors, Sang Peniru Ulung yang Tidak Punya Jati Diri

Copycat Competitors, Sang Peniru Ulung yang Tidak Punya Jati Diri

Pernah menemukan dan berurusan dengan kompetitor yang meniru produk anda atau fiturnya? Kasus ini sering terjadi, bahkan mereka juga kadang tidak takut untuk unjuk gigi, padahal jelas- jelas mereka peniru. Dan parahnya lagi, ada saja yang membeli produknya, salah satunya karena alasan harganya yang lebih murah. Trik yang mereka lakukan biasanya langganan newsletter anda dengan

Brand Storytelling, Tren Baru Menggaet Audiens

Brand Storytelling, Tren Baru Menggaet Audiens

Di tengah resesi, di tengah nasib bisnis yang sedang terombang-ambing, di tengah perang berdarah-darah dengan seabrek kompetitor, anda yang sedang merintis atau mempertahankan sebuah bisnis harus punya banyak strategi agar tidak mati kutu ditengah persaingan. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan? Berikut salah satu tips yang bisa anda terapkan, akan tetapi perlu sedikit ilmu copywriting

BRAND HANYA BUAT KONSUMEN YANG INGIN LEBIH

BRAND HANYA BUAT KONSUMEN YANG INGIN LEBIH

Yang dicari konsumen adalah produk yang membuat dia menjadi SIAPA. Itulah BRAND. Makanya kalau masalah konsumen bisa selesai dengan Generic Product maka mereka gak butuh Brand. Kalau konsumen sudah terpuaskan oleh Expected Product untuk menyelesaikan masalah mereka maka mereka gak butuh Brand. Value added pada product akan melahirkan Augmented Product yang ‘beyond expectation’. Membenamkan Value