Category: Branding

π—™π—˜π—”π—§π—¨π—₯π—˜ 𝗧𝗔𝗑𝗣𝗔 𝗠𝗔𝗑𝗙𝗔𝗔𝗧, π—§π—”π—ž π—•π—˜π—₯π—šπ—¨π—‘π—”

Pound Cake, Butter Cake, Sponge Cake dan Chiffon Cake meski relatif sama bahan baku yang digunakan (tepung, telur, gula dan butter/minyak sayur), namun menghasilkan tekstur dan kandungan lemak yang berbeda. Kita dapat memanfaatkan perbedaan ini untuk menciptakan produk category untuk usaha kita, jika kita bisa menentukan Unique Selling Proposition. Cindy Barnes, Helen Blake & David

FUNNELING. CLEAR, SEDERHANA DAN JELAS.

Marketing menghasilkan pembeli dengan cara woro-woro (media massa, lead, list building, own list) untuk menarik perhatian (interest) dan membangkitkan β€˜SYAHWAT’ belanja. Selling mempercepat pembelian/transaksi/clossing dengan diskon, harga coret, bonus, hadiah, cross selling, upselling , cashback, dll. Penawaran transaksi bisa dilakukan lewat private media seperti landing page di grup telegram. Branding membuat pembeli YANG SUDAH BELI

PENGERTIAN MARKETING, SELLING DAN BRANDING VERSI KORPORAT

PENGERTIAN MARKETING, SELLING DAN BRANDING VERSI KORPORAT. Ini bahasa berdasarkan ilmu Marketing, Selling dan Branding yang baku yang dianut korporat. MARKETING adalah Demand Creation. Terjemahannya β€˜menciptakan demand’. Kata Demand sendiri gabungan antara Need dan Want. Kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan muncul karena 2 hal : yang pertama masalah (pain point) konsumen, yang kedua habit konsumen. Kalau

JADILAH YANG TERBAIK HINGGA MEREKA TIDAK BISA MENGABAIKANMU

JADILAH YANG TERBAIK HINGGA MEREKA TIDAK BISA MENGABAIKANMU. ATAU JADILAH YANG BERBEDA HINGGA MEREKA BISA MEMBEDAKAN KAMU DARI YANG LAIN Dare To Be Different? Menghadapi arena kompetisi yang berdarah-darah di luar sana memang membuat mental turun. Kalau mundur, anda pengecut. Tapi kalau maju, pastikan anda punya valueΒ yang membuat percaya diri untuk menggebrak kompetitor dan audiens

Customer Are King

Membangun brand juga tidak semudah membangun bisnis itu sendiri, karena yang ‘menggerakkan’ customer adalah brand, bukan bisnis. Brand adalah alasan customer menentukan langkah dan pilihan; tertarik atau tidak, butuh atau tidak, memenuhi keinginan atau tidak. Nah, ini alasan kenapa customer harus jadi sebuah prioritas mutlak. Apalagi customer masa kini super cerdas, mereka tahu mana produk