Category: Branding

Ada Apa dengan Konten

Membahas seputar konten memang seru dan menyenangkan. Semua orang ingin membuat konten yang bagus untuk bisnisnya. Anda juga, kan? Nah, mari belajar membuat konten interaktif untuk menarik lebih banyak audiens. Setelah belajar tentang bagaimana membuat konten storytelling, sudah saatnya Anda membuat konten interaktif untuk menarik traffic dan leads lebih banyak lagi. Konten interaktif ini idealnya

Tips Membuat Konten yang Bagus

Bisnis, level manapun itu, kecil, menengah, sampai berskala korporasi, perlu membuat konten yang bagus untuk menarik audiens. Pak Bi pernah menjelaskan, memproduksi konten sama pentingnya dengan memproduksi produk. Orang-orang di luar sana, para target audiens Anda, akan mengonsumsi konten dulu sebelum memutuskan membeli produk. Inilah alasan kenapa membuat konten yang bagus itu penting, karena bisa

Mengambil Hikmah dari Fenomena Kolaborasi Antar Brand

Tempo hari, ada fenomena menggemparkan sekaligus membuat resah sebagian pihak (terkait kerumunan yang dibuat). Masih ingat tentang kolaborasi McD dan boyband BTS? Tentu ini sudah banyak dibahas Pak Bi di feed dan IG Live secara detail bahkan dari sisi branding, marketing, dan selling. Ada yang menarik memang dari kolaborasi kedua brand ini. Sebagai pemilik bisnis

You Don’t Sell Product, Brand Does

The first thing to sell your product is your ability to relate to people. Anda terlebih dulu harus pandai membuat koneksi dengan orang, dengan cara menunjukkan kepedulian Anda terhadap mereka. Theodore Roosevelt dan John Maxwell juga berbicara tentang hal yang sama, “People don’t care how much you know until they know how much you care”.

Pelanggan

Jangan Baper dengan Pelanggan yang Marah

Di artikel sebelumnya, kita pernah membahas tentang bagaimana caranya menghadapi bad review dari customer. Kali ini kita akkan mengulas satu level yang lebih menantang, yakni tentang angry customer alias pelanggan yang kecewa dan marah. Bagaimana cara menyikapi mereka? Well, actually angry customers are vitamins to the brand. Customer yang marah sebetulnya bisa menjadi nutrisi yang