Masih hangat-hangat kuku, event Indonesia Spicing The World baru aja berlalu, tepatnya lewat seminggu sejak tanggal 24 Agustus 2023 kemarin. Perhelatan tahunan yang digagas Pak Bi @subiakto ini adalah yang ke-5. Indonesia Spicing The World yang pertama digelar offline di tahun 2019 dengan ratusan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang bisnis. Kemudian qadarullah setelah itu terjadi pandemi covid-19 yang menyebabkan annual event ini dilakukan secara online selama 3 tahun berturut-turut, tepatnya di 2020, 2021, dan 2022.

Di tahun 2023, Indonesia Spicing The World sukses digelar dengan dihadiri Menparekraf, Sandiaga Uno @sandiuno, yang juga dengan hangat dan antusias menyambut narasi besar Pak Bi mengangkat UMKM di Indonesia untuk bergerak “membumbui” dunia. Kalo istilah saya, unjuk gigi di negeri sendiri, berjaya di mata dunia. Bahasanya terkesan hiperbola, tapi semoga menjadi trigger yang powerful buat kamu para penggiat UMKM dimanapun berada.

Selain dihadiri Mas Menteri, event ini juga dibanjiri sosok-sosok inspiratif yang tentu saja sudah makan asam-garam di bidangnya. Siapa aja, sih? Ada Pak @budiismanofficial yang lekat dengan Smart Business Map-nya, Pak @kris.moerwanto sang pakar customer behavior, Mas @dionsubiakto CEO Trojan, Mas @artobiantoro the brand activist, Mbak @su.biakto.tya pencipta berbagai jingle ternama, Mas @deryanshaa si empunya podcast Kasisolusi, Om Bud @budiman_hakim si penulis yang juga jadi musuh bebuyutannya Pak Bi, Pak @asep_herna pakar hypnowriting, pokoknya seru. Semuanya hadir menyemarakkan acara tahunan yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun Pak Bi ke-74 ini.

Acara demi acara berlangsung sesuai rencana, dibuka oleh Direktur D’Brand, Ibu Dwita Soewarno @dwitasoewarno. Walau peserta Indonesia Spicing The World tahun ini tidak sebanyak peserta event pertama di 2019 lalu, tapi justru karena itulah setiap detil acara menjadi begitu khidmat dan hangat. Banyak kesempatan untuk bisa berfoto bareng Pak Bi dan para pembicara. Para peserta juga bisa banyak berinteraksi satu sama lain, saling memperkenalkan diri dan bisnisnya, bertukar pikiran, hingga menjalin jejaring, antar sesama alumni BBB ataupun dengan peserta di luar alumni. Ini jelas jadi pengalaman yang nggak ternilai, karena momen tersebut jadi penuh makna dan bertabur berkah untuk semua yang hadir.

Puncak acara yang menjadi “gong”-nya tentu saja sesi launching Kitab Bisa Bikin Brand yang sudah lama ditunggu-tunggu murid Pak Bi. Kitab Bisa Bikin Brand ini adalah buku pertama Pak Bi yang isinya terdiri dari berbagai macam “mantra” dan “ramuan” branding Pak Bi. Tebalnya sekitar 400 halaman dengan kandungan “nutrisi” sempurna di dalamnya. Yes, kitab ini sudah bisa di-PO di https://brandingmarketingselling.com/bukubbb2023/.

 

Nggak lengkap rasanya launching tanpa bedah buku, bukan? Jelas ada, dong. Sesi bedah Kitab Bisa Bikin Brand melibatkan sang penulis sendiri, Pak Bi, tentu saja, lalu ada editor yang mendampingi Pak Bi, Mas @alan_t_h, diramaikan Om Bud dan Pak Asep Herna sebagai penulis senior yang juga sahabat Pak Bi, dan dimoderatori Mas Dery Ansha dengan renyah dan sesekali riuh. Sesi terseru!

Ditutup dengan perayaan hari ulang tahun Pak Bi, suasana jadi mengharu-biru, bahagia, dan intimate. Keluarga Pak Bi, yakni sang istri dan anak-anaknya, serempak maju ke depan untuk membuka perayaan ulang tahun Pak Bi. Seluruh peserta dan tamu undangan ramai memberikan selamat dan doa untuk Sang Guru. Luar biasa, di usianya yang ke-74, Pak Bi masih struggle memperjuangkan perkembangan dunia bisnis di Indonesia khususnya UMKM. Usia tak muda, namun energinya sungguh tidak ada duanya.

 

Penulis: Nungki Mayangwangi